Kembali ke Article
UMKM Jawa Timur Bangkit Bersama Meeber dan KADIN Jatim

Pandemi membuat banyak rencana bisnis terhambat, tak terkecuali bisnis kuliner atau F&B. Dari skala kecil hingga besar, semua terkena dampak. Tak sedikit bisnis yang harus gulung tikar, sebagian berusaha mengubah strategi bahkan pivot arah bisnis, sementara sisanya memilih bertahan tanpa tahu kapan wabah ini akan berakhir.

 

Setelah 4-5 bulan COVID19 masuk ke Indonesia, pemerintah mulai mengarahkan masyarakat untuk mulai beradaptasi dalam kondisi normal baru (atau yang lebih sering kita dengar sebagai the new normal). Tujuannya agar roda ekonomi dapat kembali berputar tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat, untuk itu dibuatlah rangkaian protokol kesehatan untuk saling menjaga satu sama lain.

 

Sejalan dengan itu, Meeber selaku pengembang aplikasi yang mengusung semangat Empowering F&B Business berkomitmen untuk membantu pelaku bisnis, khususnya UMKM, untuk kembali bangkit dan menjalankan usahanya. Bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Meeber siap menggelar pelatihan online kepada ribuan pelaku UMKM tentang bagaimana beradaptasi di New Normal, mulai dari cara menerima pesanan online, membuat promosi yang tepat sasaran, hingga menganalisa latar belakang dan kebiasaan pelanggan.

 

Pelatihan akan diselenggarakan dalam 3 sesi berkelanjutan, yaitu hari Senin (6 Juli 2020), Kamis (9 Juli 2020), dan Senin (13 Juli 2020). Pelaku UMKM yang menjadi peserta dapat langsung mencoba dan mengaplikasikan materi pelatihan ke bisnisnya. Ruang diskusi juga akan dibuka seluas-luasnya agar pelaku UMKM siap kembali melebarkan sayap bisnisnya. 

 

Gerry Kurniawan selaku Chief Product Officer Meeber percaya bahwa "Human wouldn't perished, UMKM as well, itulah spirit kita semua." Salah satu pemateri pelatihan untuk UMKM KADIN Jatim tersebut menambahkan, "UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi bangsa memiliki potensi yg belum sepenuhnya tergarap. COVID19 memang seolah-olah mereset ulang perekonomian dunia. Namun bila kita memakai akal jernih dan memahami pesan yang tersirat, tak lain ini adalah sinyal transformasi bisnis yang dipercepat. Bagaimana pelaku industri UMKM dapat menjalankan bisnisnya secara digital, dan dapat engage dengan pelanggan nya. Meeber membawa transformasi digital ini menjadi pengalaman nyata yang dapat langsung dipakai oleh industri UMKM. Sekali lagi Meeber tidak mengubah alur bisnis yang sudah ada, melainkan mentransformasikan alur tersebut dalam pengalaman digital seutuhnya."